Login Form

Who's Online

We have 32 guests and no members online

Artikel Terbaru

Memilih Bisnis Yang Cocok Untuk Kita Seriusi --seri.2

Bagaimana Memilih Bisnis Yang Cocok Untuk Kita Seriusi --seri.2

Saya akan cerita kejadian menarik bersama seorang teman saya yang Ahli Mix Martial Art (Ilmu Beladiri Gabungan). Teman saya ini sebut saja Erick (nama samaran), seorang ahli ilmu beladiri dari berbagai disiplin Perguruan beladiri yang ada di nusantara ini. Maaf, Teman saya Erick ini sudah tingkat Master di  salah satu ilmu beladiri asal Jepang, Juga Master dari Perguruan beladiri asal Korea, Master juga dari disiplin ilmu beladiri asal Brasilia, juga beberapa ilmu beladiri lain yang saat ini Ia masih pelajari.

Saya, Maulia. Merupakan salah satu pelatih termuda (Tingkat Keluarga Merah) dari Perguruan Silat Perisai Diri di Semarang. (Silahkan search di Google mengenai "Silat Perisai Diri".

Waktu itu tanpa sengaja kami bertemu dan mengobrol seru mengenai ilmu bela diri dan bertukar pengalaman serta wawasan seputar hal itu. Sampai saking serunya, kami terlibat praktek kecil-kecilan contoh-contoh serangan dan cara mengantisipasinya.

Dimulai dengan Teman saya Erick : "Mas Maulia, kalau saya menyerang Mas Maulia dengan Serang dari depan Seperti ini.... (Erick mempraktekkan serangannya dengan perlahan), kira-kira menurut Mas Maulia di Perisai Diri bagaimana mengantisipasinya?

Saya Jawab : "Ya silahkan saja..., langsung praktek dengan keras dan cepat alias betulan".

Erick lalu menyerang saya dengan Pukulan dari arah depan dengan cepat dan keras. Secara reflek saya langsung menghempiskan badan ke kiri dan luputlah serangan Erick.

Berlanjut dengan serangan Erick yang kedua pukulan dari arah bawah dengan tangan kanan sambil melingkarkan badannya. Sebelumnya dia mengkode saya kalau dia akan melanjutkan serangannya. Saya setujui dengan anggukan kecil. serangan dilepaskan saya melangkahkan kaki kanan saya dengan cepat sehingga badan saya ikut bergerak menyamping dan loloslah serangan tersebut. Berlanjut hingga beberapa lepasan serangan sampai kami berdua terengah-engah dan berhenti untuk mengatur napas...

90% serangan Erick dapat saya hindari dengan teknik ilmu silat Perisai Diri saya. yang 10% tangan kiri saya biru memar karena harus menahan dan menangkis serangan Erick yang sangat hebat itu.

Kami berdua tertawa terbahak-bahak dengan ekspresi kepuasan...

 

Setelah napas kami mulai teratur, giliran saya menepuk-nepuk dada saya sendiri memberi kode kepada Erick, kali ini saya yang melakukan serangan.

Saya : "Oke saya mulai ya mas..."

Ketika saya akan memulai serangan balasan saya, baru ketika saya mengangkat tangan kanan saya, Erick tiba-tiba mengangkat kedua tangannya memberikan isyarat untuk menahan serangan 

Erick : "Tunggu Mas Maulia, Mas Maulia mau saya menggunakan teknik Karate, Taekwondo, Capoera atau jurus Silat juga?"

Gludak....!!! cilaka duabelas... untung ini cuman main-mainan...

Coba kalau berkelahi dijalan sama penjahat di jalanan... dan harus mikir dulu saya mau pakai jurus yang mana yah.... keburu babak belur kita....

 

Sama seperti kalau kita kebanyakan ikut seminar bisnis tetapi kagak pernah Action!

Ikut seminar properti, seminar saham, seminar kartu kredit, seminar forex, seminar MLM, seminar buka usaha tanpa modal... tetapi hanya Anda jadikan wacana dan menuh-menuhin otak saja karena tidak pernah dipraktekkan.

So... seminar sangat bagus sekali untuk Anda ikuti, saya pun secara berkala dan teratur mengikuti seminar-seminar yang materinya semakin hebat...

Tapi PLEASE....

PRAKTEK... ACTION....! DILAKUKAN...!

Bukan hanya sekedar digembar-gemborkan : Saya muridnya ini, saya muridnya itu, saya bersertifikat ini, saya bersertifikat itu..., Beiuh...!

Itu namanya krisis kasih sayang, alias kurang perhatian
juga MKKB Masa Kecil Kurang Bahagia!

 

Berlanjut ke : Bagaimana jika saya ingin berbisnis tetapi tidak mempunyai pengalaman yang cukup di bidang itu...?

 

 

Artikel Original :
M. Maulia Mansuri, please kontak saya jika ingin copas.

Comments   

 
0 #1 Dani Kaizen 2013-04-09 02:46
:P
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh