Login Form

Who's Online

We have 9 guests and no members online

Artikel Terbaru

Pelajaran tentang Fokus

Pelajaran tentang Fokus

Belajar dari seorang teman yang tidak bisa fokus.
Ternyata dengan tidak fokus itu kita bisa melihat semuanya... (mung rodo blawur)
Urip digawe gampang wae...
Kalau ketemu yg menarik baru boleh difokusin...

Ingin memulai bisnis tetapi tidak mempunyai pengalaman atau keahlian di usaha yang ingin kita geluti

Ingin memulai bisnis tetapi tidak mempunyai pengalaman atau keahlian di usaha yang ingin kita geluti

Artikel ini adalah --seri 3 dari artikel Bagaimana Memilih Bisnis Yang Cocok Untuk Kita Seriusi

Jika Anda belum membaca Artikel sebelumnya, sangat saya sarankan untuk membacanya terlebih dahulu :

Memilih Bisnis Yang Cocok Untuk Kita Seriusi --seri.1

Memilih Bisnis Yang Cocok Untuk Kita Seriusi --seri.2

 

Banyak yang mengeluh kepada saya (memang nasib saya jadi tempat keluhan orang-orang sekitar saya) :

Mau buka usaha kuliner tapi tidak pandai masak

Mau buka bisnis online tetapi tidak bisa bikin website

Mau buka bengkel tidak tahu caranya

Mau beli franchise tapi tidak tahu mana yang bagus

Mau gabung MLM tapi paling cuman gitu-gitu saja

Bisnis Asuransi, ah sulit...

 

Halllooooowww.......! Any body home....?
iya, tanyakan ke diri Anda sendiri, apakah Anda sedang berada di dalam diri Anda...?

 

Saya jadi ingat kejadian ketika membimbing istri saya sendiri ketika kepingin punya usaha tetapi yang bisaq dilakukan dari rumah, sambil tiduran, sambil masak, sambil mengasuh anak, sambil ngerumpi, sambil nemenin suami...

Waktu itu, saya very recommend untuk bisnis online saja...

istri saya bilang tidak pandai bisnis online...

yah, dijalanin dulu lah... pajang produk di facebook juga jadi, timpal saya.

Lalu saya ajak ke pelatihan website saya di Semarang (perlu diketahui, meskipun saya seorang Trainer website profesional yang telah malang-melintang mengajar website di seluruh nusantara, tetapi istri saya buta sama internet) pada waktu itu. Ini saya akui kesalahan saya!

Anda yang berminat juga dapat mengikuti Kursus Website sistem privat dengan harga super murah, klik di sini.

Dari Pelatihan website yang dia ikuti, langsung terbelalak bola matanya dan wow... sudah punya super tekat untuk berbisnis online.

Masalahnya pada saat itu istri saya belum mempunyai produk yang dijual...

Sampai saya bertemu dengan salah seorang teman yang merupakan distributor produk kosmetik besar asal Tangerang dengan merek THERASKIN dan saya diperkenalkan dengan pekerjaannya.

saya bertemu TUING saya ( TUING ) merupakan istilah saya ketika menemukan ide / konsep ide yang kira-kira layak untuk saya jalankan.

Saya ketemukan Teman saya dan istri saya, pada saat itu istri saya terkesan skeptis....

Istri saya bilang : "Ayah, aku aja enggak pernah pakai kosmetik, masak mau jualan kosmetik..."

Nah ini penyakit kebanyakan orang yang harus punya pengalaman dulu baru merasa mungkin bisa jika menjalankan usahanya.

Saya nyeletuk : " Masak kalah sama pedagang BH alias kutang di pasar-pasar yang ngasong kelilingan menawarkan BH yang harganya Rp 10.000,- dapat 3 BH"

Saya melanjutkan : "Orang yang jualan BH kelilingan di pasar itu kan kebanyakan bapak-bapak ngga penting gitu, yang pokoknya dagangannya laku".

Sambil bernada tinggi : "Apa pernah bapak-bapak penjual BH asongan itu pakai BH barang dagangannya? Enggak kan...?! Tapi toh juga laku!".

Mungkin karena takut sama saya, dengan terpaksa istri saya beli beberapa contoh produk kosmetik tersebut. Dipajang di FB, ... dan habis!

Lalu istri saya buat website khusus untuk jualan produk kosmetik tersebut dengan nama www.theraskin.info dan www.theraskin.web.id juga www.theraskinkosmetik.com

Dalam waktu 6 bulan saja, dari hasil jualan kosmetik online, sudah bisa untuk DP mobil ke 2 kami dan uang muka sebidang tanah kavling 200m2 untuk investasi. Kami kunci penghasilan dari bisnis baru kami tersebut untuk mencicil keduanya.

Mantab....! Alhamdulillah.

 

Semoga pengalaman kami diatas dapat berguna, syukur-syukur dapat menginspirasi Anda.

 

Pesan saya, kita tidak akan pernah tahu bisnis apa yang cocok untuk kita seriusi sampai kita menjalankannya!

 

Salam Hangat,

 

M. Maulia Mansuri
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Informasi Pelatihan Website yang saya adakan dapat Anda lihat di sini!

 

 

Memilih Bisnis Yang Cocok Untuk Kita Seriusi --seri.1

Bagaimana Memilih Bisnis Yang Cocok Untuk Kita Seriusi Seri.1

 

Sebelumnya perlu Rekan-rekan ketahui bahwa saya ini bukanlah seorang motivator apalagi provokator, saya hanya sharing kejadian atau peristiwa yang kami alami dalam berbisnis.

Sering saya ditanya : "Mas, bagaimana sih cara memilih bisnis yang cocok untuk kita geluti atau kita seriusi? sya lihat Mas Maulia ini santainya puol... kelihatan tidak serius... tetapi kok bisnisnya banyak yang jalan ya...?"

Petanyaan di atas dilontarkan seorang teman saya benama J**an (saya samarkan), tetapi kalau yang bersangkutan membaca artikel saya ini pasti tahu, karena saya sudah minta ijin untuk saya share kan di website saya Maulia.net ini.

Orang mau buka bisnis seringkali banyak berpikir dan bertanya. Ini mungkin warisan sistem pendidikan pasca jaman kolonial yang memaksa kita untuk selalu berpikir dan bertanya. Terbawa deh ke jaman sekarang ketika mau bisnis juga musti berpikir dan bertanya dulu kemana-mana. Tanya ke dosennya lah, ke ortunya lah, ke istrinya lah, ke tetangganya lah, ke dukunnya lah... busyet...!

Dan berpikir, bisnis apa ya yang cocok untuk saya yang kerjanya ringan hasilnya banyak? Wow... semua orang maunya begitu yah...

Harus ahli di bidang yang akan kita bisniskanlah...
Harus yakin dengan produk yang akan kita jual lah...
Harus paham Product Knowledge nya lah...
Harus menguasai teknik presentasi yang ampuhlah...
Harus mempunyai koneksi yang luas lah...

Hahaha... bullshit dengan itu semua..., ilmu marketing model teori itu dibuat oleh para pemikir kelas tinggi yang tidak pernah praktek di lapangan. Teori itu dibuat supaya penulisnya dan trainernya terkesan SMART, Genius, Profesor Gitu loh....

Padahal hanya untuk menakut-nakuti Anda supaya tidak jadi jualan, tidak jadi membuka bisnis, alhasil... tidak jadi menjadi kaya!!!

Anda ketakutan dengan ilmu yang didapat dari berbagai seminar kewirausahaan dan seminar motivasi yang Anda ikuti.

Wah kok harus gagal dulu yah... kok harus dicemooh dulu yah... kok harus menanggung malu dulu yah... kok musti mengalami bangkrut dulu yah... Kelihatannya aku tidak sanggup deh jadi pengusaha kalau begitu caranya :(

 

Apakah Anda seperti itu...?

Tunggu Artikel saya berikutnya di : Bagaimana Memilih Bisnis Yang Cocok Untuk Kita Seriusi --seri.2

Memilih Bisnis Yang Cocok Untuk Kita Seriusi --seri.2

Bagaimana Memilih Bisnis Yang Cocok Untuk Kita Seriusi --seri.2

Saya akan cerita kejadian menarik bersama seorang teman saya yang Ahli Mix Martial Art (Ilmu Beladiri Gabungan). Teman saya ini sebut saja Erick (nama samaran), seorang ahli ilmu beladiri dari berbagai disiplin Perguruan beladiri yang ada di nusantara ini. Maaf, Teman saya Erick ini sudah tingkat Master di  salah satu ilmu beladiri asal Jepang, Juga Master dari Perguruan beladiri asal Korea, Master juga dari disiplin ilmu beladiri asal Brasilia, juga beberapa ilmu beladiri lain yang saat ini Ia masih pelajari.

Saya, Maulia. Merupakan salah satu pelatih termuda (Tingkat Keluarga Merah) dari Perguruan Silat Perisai Diri di Semarang. (Silahkan search di Google mengenai "Silat Perisai Diri".

Waktu itu tanpa sengaja kami bertemu dan mengobrol seru mengenai ilmu bela diri dan bertukar pengalaman serta wawasan seputar hal itu. Sampai saking serunya, kami terlibat praktek kecil-kecilan contoh-contoh serangan dan cara mengantisipasinya.

Dimulai dengan Teman saya Erick : "Mas Maulia, kalau saya menyerang Mas Maulia dengan Serang dari depan Seperti ini.... (Erick mempraktekkan serangannya dengan perlahan), kira-kira menurut Mas Maulia di Perisai Diri bagaimana mengantisipasinya?

Saya Jawab : "Ya silahkan saja..., langsung praktek dengan keras dan cepat alias betulan".

Erick lalu menyerang saya dengan Pukulan dari arah depan dengan cepat dan keras. Secara reflek saya langsung menghempiskan badan ke kiri dan luputlah serangan Erick.

Berlanjut dengan serangan Erick yang kedua pukulan dari arah bawah dengan tangan kanan sambil melingkarkan badannya. Sebelumnya dia mengkode saya kalau dia akan melanjutkan serangannya. Saya setujui dengan anggukan kecil. serangan dilepaskan saya melangkahkan kaki kanan saya dengan cepat sehingga badan saya ikut bergerak menyamping dan loloslah serangan tersebut. Berlanjut hingga beberapa lepasan serangan sampai kami berdua terengah-engah dan berhenti untuk mengatur napas...

90% serangan Erick dapat saya hindari dengan teknik ilmu silat Perisai Diri saya. yang 10% tangan kiri saya biru memar karena harus menahan dan menangkis serangan Erick yang sangat hebat itu.

Kami berdua tertawa terbahak-bahak dengan ekspresi kepuasan...

 

Setelah napas kami mulai teratur, giliran saya menepuk-nepuk dada saya sendiri memberi kode kepada Erick, kali ini saya yang melakukan serangan.

Saya : "Oke saya mulai ya mas..."

Ketika saya akan memulai serangan balasan saya, baru ketika saya mengangkat tangan kanan saya, Erick tiba-tiba mengangkat kedua tangannya memberikan isyarat untuk menahan serangan 

Erick : "Tunggu Mas Maulia, Mas Maulia mau saya menggunakan teknik Karate, Taekwondo, Capoera atau jurus Silat juga?"

Gludak....!!! cilaka duabelas... untung ini cuman main-mainan...

Coba kalau berkelahi dijalan sama penjahat di jalanan... dan harus mikir dulu saya mau pakai jurus yang mana yah.... keburu babak belur kita....

 

Sama seperti kalau kita kebanyakan ikut seminar bisnis tetapi kagak pernah Action!

Ikut seminar properti, seminar saham, seminar kartu kredit, seminar forex, seminar MLM, seminar buka usaha tanpa modal... tetapi hanya Anda jadikan wacana dan menuh-menuhin otak saja karena tidak pernah dipraktekkan.

So... seminar sangat bagus sekali untuk Anda ikuti, saya pun secara berkala dan teratur mengikuti seminar-seminar yang materinya semakin hebat...

Tapi PLEASE....

PRAKTEK... ACTION....! DILAKUKAN...!

Bukan hanya sekedar digembar-gemborkan : Saya muridnya ini, saya muridnya itu, saya bersertifikat ini, saya bersertifikat itu..., Beiuh...!

Itu namanya krisis kasih sayang, alias kurang perhatian
juga MKKB Masa Kecil Kurang Bahagia!

 

Berlanjut ke : Bagaimana jika saya ingin berbisnis tetapi tidak mempunyai pengalaman yang cukup di bidang itu...?

 

 

Artikel Original :
M. Maulia Mansuri, please kontak saya jika ingin copas.

Pentingnya Menggunakan Elemen Positif

Pentingnya Menggunakan Elemen PositifPenting sekali rasanya saya menuliskan artikel ini untuk mengingatkan diri saya sendiri tentang penggunaan kata yang bersifat positif dalam setiap ucapan, pemikiran, maupun tingkah laku kehidupan sehari-hari...

Karena kebanyakan dari kita selalu berfokus kepada apa yang tidak kita inginkan, seharusnya kita berfokus pada apa yang kita inginkan, sesuai hukum taraik menarik (Law of Attraction) versi The Secret, karya Rhonda Byrne.

Bahwa penggunaan elemen negatif seperti kata "tidak, bukan, jangan, tidak boleh, dilarang, dll" secara bawah sadar malah justru akan mempertegas kalimat yang menyertainya.

Bagaimana menurut Anda dengan pernyataan-pernyataan di bawah ini :

"Bukan bermaksud sombong, saya selalu mengalokasikan 30% dari pendapatan saya untuk amal dan kegiatan sosial"

"Dengan tidak bermaksud untuk menjelekkan Pak Joni, saya hanya ingin memberitahu bahwa kenyataan yang terjadi memang seperti itu."

"Sumpah, saya tidak berkata bohong!"

"Saya tidak ingin menderita"

"Dilarang corat-coret di sini!"

"Dilarang buang sampah sembarangan!"

"Dilarang kencing di sini!"

"Jangan hujan-hujanan, nanti sakit!"

 

Aha.... apa itu yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari?

Silahkan ambil makna sendiri dari tulisan saya di atas...

 

Salam damai,

M. Maulia Mansuri

 

 

 

Perhatian :

Original artikel M. Maulia Mansuri

Jika Anda mengcopy artikel ini etikanya adalah dengan mencantumkan link sumber website Maulia.net ini. Jika tidak Anda dan keturunan Anda saya sumpahin miskin dan tidak bahagia seumur hidup! serius!

Profil

Aktivitas

Weblinks