Login Form

Who's Online

We have 18 guests and no members online

Artikel Terbaru

Membuat Website Cuma 15 menit

Membuat Website 15 menit

Liputan : Noni Arnee

Harian Suara Merdeka,
Minggu, 19 Februari 2012

MEMBUAT website pribadi itu sulit, mahal, dan hanya bisa dikerjakan seorang ahli pemrograman komputer. Kalau pernyataan itu disampaikan anggota Komunitas Online Semarang (KOS), pasti akan ditertawakan. Kenapa? Sebab, mereka menjamin semua orang bisa mengerjakan sendiri hanya dalam waktu 15 menit asal tahu cara membuat nya saja.

M. Maulia Mansuri mengatakan, Komunitas Online Semarang berusaha melenyapkan anggapan ''kuno“ dengan menyosialisasikan website instan yang mudah dan praktis. Menurutnya, hingga kini kendala yang dialami banyak orang dalam membuat website sendiri ini lebih disebabkan ketidaktahuan dalam mengoperasikan perangkat lunak teknologi informasi internet. “Itu sih mitos yang sering diungkapkan orang. Dan kami di sini memecahkan mitos itu,“ jelas Maulia, Ketua KOS itu sembari tertawa

 

Terobosan ini dilakukan Siteknowlage, perusahaan aplikasi web asal Bandung yang digandeng KOS untuk memperkenalkan aplikasi praktis yang murah kepada masyarakat melalui paket tutorial lengkap yang bisa diaktivasi dengan menggunakan kartu perdana website. Maksudnya, dalam paket tutorial belajar bagaimana cara membuat wesite sendiri ini telah terisi domain dan hosting sebagai syarat membuat web yang diaktifkan dengan melakukan aktivasi melalui kode angka seri dan nomor PIN yang tertera di kartu perdana tersebut.

Sistem aktivasi ini sangat mudah karena prinsip kerjanya hampir sama dengan kartu perdana telepon seluler yang langsung online dengan garansi seumur hidup.

“Nggak harus mempunyai latar belakang IT. Cukup belajar 1,5 jam dengan menggunakan paket aplikasi tutorial yang sudah kami sediakan. Caranya hanya dengan mengetik dan mengklik sudah bisa membuat website kurang dari 15 menit. Pengaturan webnya pun bisa diganti sendiri sesuai selera.“

Menurutnya, dengan program yang ditawarkan ini, orang yang ingin membuat website sendiri hanya dengan mengeluarkan dana Rp 350 ribu. “Nggak usah membayar orang dan menguras uang Rp 3,5-5 juta untuk membuat web seperti yang kita inginkan,“ imbuh jebolan Teknik Kimia Undip Semarang ini.

Hal seperti itu sudah dialami Widy Santoso (31), anggota KOS yang bergabung sejak Mei 2010 ini. Dua tahun lalu, Widy tak pernah bergaul dengan dunia maya. “Sebelum bergabung, saya buta sama sekali dengan namanya internet. Saya benar-benar gaptek,“ cerita sang Letnan Satu, julukan Widy di KOS.

Bekas karyawan perusahaan percetakan ini pun kemudian tertarik mengikuti pelatihan membuat website instan yang diselenggarakan KOS medio Mei 2010 silam, setelah “dikompori“ seorang teman.

''Korban'' pelatihan kini tidak hanya mahir membuat website dengan berbagai macam bentuk dan variasi untuk dirinya sendiri dan orang lain, tapi berada dalam jaringan (daring) pun menjadi “makanannya“ sehari-hari.

“Pengalaman buruk waktu pelatihan, lampu mati dan genset juga tidak berfungsi. Jadi tidak bisa praktik. Tapi, begitu peserta mencoba mengaplikasikan tutorial sendiri di rumah, dia tidak mengalami kesulitan,“ ujar Bayu Adi Nugroho (30), trainer di KOS yang gabung September 2010.

Pun Andi Faizal Grimaldi (33), dia sebelumnya sudah akrab dengan teknologi internet untuk memantau perkembangan kliennya. “Tapi belum berpikir punya website sendiri, akhirnya saya ikut pelatihan. Sekarang, saya justru memasarkan produk melalui website pribadi,“ imbuh karyawan perusahaan asuransi ini.Jadi, Punya website sendiri yang ciamik? Itu sih bukan anggan-angan lagi. (62)

Add comment


Security code
Refresh