Login Form

Who's Online

We have 24 guests and no members online

Artikel Terbaru

Komunitas Online Semarang

Komunitas Online Semarang Membangun "Rumah" di Dunia Maya

Komunitas Online Semarang Suara Merdeka
Oleh Siti Khatijah (Harian Suara Merdeka)

Suara Merdeka,
Minggu, 19 Februari 2012

BAGAIMANA rasanya jika Anda mempunyai "rumah" sendiri di dunia maya? Membangun, mempercantik, mengelola dan akhirnya banyak yang berkunjung, bukankah itu menyenangkan?

Ya, alamat situs dengan menggunakan nama sendiri memang terkesan lebih mentereng, tak perlu mendompleng subdomain tertentu.

Tapi, sebagian orang masih menganggap membuat website sendiri itu susah. Alasannya beragam. Dari yang mengaku tak paham komputer sampai tak kuasa karena harus merogoh kocek dalamdalam untuk memilikinya.

Ya, jika berpikir begitu, pasti Anda belum mengenal Komunitas Online Semarang (KOS). Wadah anak muda belajar website inilah yang bakal mengubah pandangan tersebut. Buktinya, sejak berdiri pada awal 2009, KOS kini telah punya pengikut hingga 1.000 orang. Awalnya, KOS hanya sekumpulan pemilik blog. Saat saling bersua, para blogger itu ngobrol banyak hal. Bisa tentang teknik pengembangan blog, isu terbaru dunia maya, bahkan masalah di luar blog.

 

Kemarakan jasa pembuatan website juga jadi salah satu topik diskusi mereka. Banyak orang awam yang tak paham caranya, lantas menggunakan jasa pembuat website dan harus membayar dengan biaya yang tak main-main mahalnya.

Adalah M. Maulia Mansuri yang kemudian menggagas Komunitas Online Semarang (KOS), sebuah komunitas belajar website. Tak ingin melihat semakin banyak orang-orang yang menjadi “korban“ para pembuat website, KOS mengajak orangorang belajar membangun website sendiri.

Lalu apa bedanya KOS dengan komunitas blogger? “Kalau dulu kami punya semboyan go blog, sekarang berubah jadi go web,“ begitulah ayah satu anak itu menjawab sambil tertawa.

Benar. KOS tak lagi sesederhana kumpulan blogger, tapi kegiatannya lebih kompleks.  “Daripada ngumpul-ngumpul menghabiskan duit, lebih baik menghasilkan duit,“ ujar Maulia. Berangkat dari pemikiran itulah, Maulia bersama seorang kawannya mengubah orientasi awak KOS, dari ngumpul biasa jadi ngumpul yang ''luar biasa''.

Saat digandeng perusahaan website provider, Sitekno, KOS makin tumbuh dan berkembang. Bagaimana bisa? Perusahaan yang berkantor di Bandung itu menjual alamat website (domain) dan tempat menaruh file website (hosting), KOS punya komunitasnya. Simbiosis yang saling menguntungkan, bukan? Dengan selalu aktif menyelenggarakan pelatihan pembuatan website di berbagai kota, KOS tak hanya mengukuhkan eksistensinya sebagai komunitas belajar website, tapi juga melebarkan sayap, menjaring relasi, dan memperbanyak anggota.

Add comment


Security code
Refresh

Profil

Weblinks