Login Form

Who's Online

We have 26 guests and no members online

Artikel Terbaru

Tidur Pun Dapat Uang

Tidur pun Dapat Uang

Liputan : Noni Arnee

Harian Suara Merdeka,
Minggu, 19 Februari 2012

M. Maulia Mansuri kini memiliki lebih dari 40 ’’toko’’ di dunia maya yang buka 24 jam nonstop tanpa perlu membuka kantor dan menggaji pegawai mereka menyebutnya bisnis online atau usaha yang dijalankan melalui internet.

Usaha itu dia awali dengan membangun website pribadi untuk menjual jasa lewat dunia maya. Omzetnya mencapai Rp 145 juta per bulan.

’’Saya punya banyak website untuk menampung segala macam jasa. Yang sederhana saja mulai dari les privat, persewaan LCD, jualan Kosmetik Online, sampai dengan jasa pembuatan website. Semua saya layani,’’ ujarnya.

 

Tidak hanya Maulia, sembilan anggota inti KOS juga mengembangkan bisnis yang sama. Diawali dengan coba-coba membuat website sendiri, mereka mencari peluang menghasilkan uang melalui jasa daring.

Menurut Maulia, website dianggap lebih praktis untuk pengiklanan produk usaha, maupun berbagi informasi karena mempunyai jangkauan yang sangat luas. ’’Orang jualan sekarang lewat website. Sangat efektif karena produk kita bisa dilihat seluruh penjuru dunia kapan saja. Ibarat tidur pun, kita dapat uang,’’ jelas ayah satu anak ini.

Mengikuti jejak Maulia, Widy Santoso sang bendahara KOS pun memilih keluar dari pekerjaan sebagai operator percetakan dan fokus mengembangkan bisnis di bidang IT melalui jasa pembuatan website. Klien berdatangan ingin belajar membuat web sendiri dengan paket tutorial yang ditawarkan.

’’Awalnya hanya sebagai sampingan. Ternyata banyak perusahaan yang pasrah minta dibikinkan web. Kebablasan deh karena hasilnya menggiurkan. Bisa tiga kali lipat gaji dan hanya dikerjakan selama dua hari,’’ lanjut Widy tertawa.

Lebih Menguntungkan Andi Faizal, anggota KOS lainnya mengaku dengan memasarkan produk asuransi perusahaannya melalui website pribadinya jauh lebih menguntungkan. ’’Lebih mudah, praktis, dan hasilnya lebih optimal. Klien bertambah terus.’’ Anggota KOS juga menjadi trainer

khusus yang sudah diuji dalam setiap pelatihan pembuatan website yang diselenggarakan. Selain menguasai audiens, mereka harus mengikuti pelatihan 3T khusus untuk calon trainer, yaitu Train The Trainer yang diadakan secara berkala. ''Mereka diuji untuk menyelenggarakan pelatihan web instan karena nantinya juga mendapat bonus insentif,'' imbuh Ketua KOS, M. Maulia Mansuri.

Bahkan dengan sebegitu banyaknya usaha yang dimiliki, mereka masih punya banyak waktu bersama keluarga dan kumpul dengan anggota komunitasnya. Kopi darat mereka lakukan di mana saja karena komunitas ini tidak memiliki ''tempat mangkal''.
Umumnya, mereka berkumpul di kafe atau area hotspot untuk sharing. Makanya jangan heran kalau para anggota KOS ini sering menyebut dirinya orang-orang ''pesantren'', yang artinya pengangguran, santai, dan keren.

(62)

Add comment


Security code
Refresh

Profil

Aktivitas

Weblinks